Jabir bin Abdullah berkata “Kami pergi bersama Rasulullah Saw. Dibelakang kami ada seorang laki-laki yang menguntit kami. Dia bersumpah tidak akan berhenti sebelum dapat menumpahkan darah para sabagat Muhammad. Dia pun mengikuti jejak kami. Disuatu tempat, Rasulullah minta singgah untuk rehat. Beliau lalu memberikan mandate keamanan kepada ‘Ammar bni Yasir, sementara ‘Ibad bin Basyar melakukan shalat.
Penguntit tadi datang. Dia mengarahkan panahnya kepada Ibad bin Basyar sehingga mengenainya. Ibad mencabut tiga anak panah yang menancap di tubuhnya. Namun, dia terus ruku’ dan sujud. Kemudian, Rasulullah bangun. Ketika mengetahui hal tersebut, para sahabat yang menyertai perjalanan Rasulullah bernazar untuk membunuh orang itu. Seseorang sahabat Muhajirin yang melihat keadaan Ibad langsung berkata ” Subhanallah.. mengapa engkau tidak membangunkan ku ketika pertama kali terkena panah?” Ibad menjawab, “aku sedang shalat dengan membaca Surah Al-Kahfi. Aku tidak ingin menghentikannya” (HR Abu dawud, Ibn Hibban, dan Al-Hakim)
Hai pelamar dan perindu bidadari, Bangunlah, niscaya kau menyuntingnya, Lawanlah nafsu dengan ketabahan melepaskannya, Bangun malam merupakan mahar untuknya, Wahai peminang bidadari jika kau mau, Inilah waktunya menyerahkan mahar !!
HAL JAZA UL IHSANI ILLAL IHSAN
***
Oleh: Rediyan Setiawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar